Apr 09 2007
JID Vol 2 No. 1, 2007
DWINITA LARASATI
BAMBOO PRODUCTS DEVELOPMENT USING HYBRID TECHNOLOGY: A Design Research on Bamboo’s Potential. (Hal. 1 - 14).
Ringkasan
Artikel ini merupakan artikel kedua dalam penelitian tentang potensi bambu, dan bertujuan memberikan rekomendasi bagi pengembangan bambu sebagai bahan penting untuk produk industri. Penelitian ini mengulas tiga faktor penting untuk pendaya-gunaan bambu: (a) kontribusi teknologi maju bagi peningkatan kualitas material bambu; (b) pendaya-gunaan sumber daya manusia (SDM) melalui penerapan teknologi hybrid; dan (c) inovasi desain bagi produk bambu yang dapat menjangkau pasar secara lebih luas. Situasi masa kini memerlukan suatu analisis faktor yang menuntut perubahan dalam metoda penyediaan bahan baku, produksi dan distribusi, dan penggunaan material dan desain produk bambu.
HARI NUGRAHA, DUDY WIYANCOKO, YASRAF AMIR PILIANG
Desain Angklung Tradisional dan Modern. (Hal. 15 - 30).
Ringkasan
Penelitian ini dibuat dengan dasar pemikiran bahwa angklung merupakan produk budaya milik Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencari bentuk dari proses perubahan desain angklung, khususnya yang ada di Jawa Barat. Dengan melakukan kajian komparatif terhadap beberapa jenis angklung berdasarkan periode tertentu dalam masyarakat Sunda, akan diperoleh perubahan karakteristik desain angklung, baik pergeseran makna simbolik, cara memainkan, proses pembuatan, bentuk fisik maupun bentuk pertunjukannya. Studi memaparkan proses perubahan awal (a) desain angklung buhun dari masyarakat Sunda peladang dengan sistem kepercayaan Sunda wiwitan dan Hindu. Selanjutnya adalah perubahan bentuk angklung akibat (b) pengaruh budaya Islam hingga (c) pengaruh oleh pola pikir dan sistem pendidikan musik Barat (Belanda). Dari pengaruh yang ada, desain angklung mengalami beberapa perubahan bentuk dan fungsi. Angklung yang awalnya memiliki fungsi ritual-transenden untuk tujuan rohani spiritual, begeser untuk tujuan pendidikan, pengenalan budaya tradisi melalui pertunjukan dan komersialisasi.
RIAMA MASLAN SIHOMBING, YASRAF AMIR PILIANG, A.D. PIROUS
Citraan Perempuan di Internet: Kajian Tanda Dan Kode Visual. (Hal. 31 - 44).
Ringkasan
Populernya penggunaan internet merubah citraan perempuan, yang sebelumnya sering sebagai obyek pasif, terdominasi, dan bergantung, kini menjadi subyek yang aktif dalam media dan sanggup menentukan citranya sendiri. Penelitian ini untuk membuktikan bahwa fenomena ini benar terjadi melalui kajian terhadap 17 contoh situs yang berkaitan dengan perempuan. Situs tersebut dipilih dan dianalisis kode visualnya. Dalam artikel ini hanya disampaikan 7 kasus yang paling menunjukkan bahwa citraan perempuan di internet kini telah berkembang ke berbagai karakter, yaitu perempuan sebagai figur yang: aktif, bebas dan intelektual. Ketujuh kasus tersebut sebagian besar adalah situs tentang perempuan yang dibuat di Amerika. Kajian ini menggunakan metode semiotik dan analisis visual, yakni dengan memahami tampilan visual situs sebagai sistem tanda.
HARMEIN KHAGI, VELIX SUTANTO, KUSPRASAPTA MUTIJARSA, BRAM PALGUNADI, OEMAR HANDOJO
Desain Produk Robot Pencari Korban Bencana Gempa Bumi. (Hal. 45 - 56).
Ringkasan
Penelitian didasari pemikiran bahwa peran desain produk dengan memanfaatkan teknologi robotik sangat diperlukan dalam penanganan pasca bencana di Indonesia. Melalui perspektif industrial design, penulis dan tim berupaya mengembangkan desain produk robotik dengan fungsi untuk mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan di area pasca bencana. Desain produk ini dinamai Viroids, merupakan autonomous mobile robot dengan kemampuan mencari korban. Proses desain dilakukan dengan pendekatan multidisiplin, yakni bidang desain produk, teknik elektro, teknik mesin, dan kepakaran di bidang penanganan pasca bencana. Produk robotik ini dilengkapi fungsi: (a) sistem penggerak dan sensor infra red untuk menghindari tabrakan; (b) kamera CCTV untuk mengenali korban;(c) lampu LEDs, speaker dan microphone untuk komunikasi. Desain Viroids ini diharapkan mampu menjangkau area reruntuhan yang sempit dengan kontur tanah tidak rata dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut oleh lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan produk industri di Indonesia.
DIAN WIDIAWATI
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa sebagai Bahan Baku Alternatif Tekstil. (Hal. 57 - 64).
Ringkasan
Penelitian ini membahas potensi tanaman kelapa sebagai suatu komoditi bernilai tinggi. Selama ini sabut kelapa digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat pembersih dan bahan pelapis jok mobil. Melalui eksperimentasi bahan dan karakteristik fisik-visualnya, sabut kelapa ternyata dapat digunakan sebagai bahan baku tekstil alternatif. Ketersedian sabut kelapa sangat berlimpah, terutama di Desa Cibenda Ciamis, dekat Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Pada penelitian tahap awal ini dilakukan berbagai cara pengolahan bahan limbah sabut kelapa menjadi bahan baku serat-serat tekstil, yang paling efektif sehingga mudah diterapkan pada masyarakat. Sabut kelapa selama ini masih disebut ‘limbah’ karena material tersebut merupakan sisa-sisa proses penguraian sabut yang dibuang. Program penelitian selajutnya lebih terfokus pada pengaplikasian bahan baku tekstil tersebut ke dalam produk-produk kriya dan pelatihan kepada masyarakat setempat. Diharapkan pemanfaatan limbah sabut kelapa ini akan berdampak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
