Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jurnbcom/public_html/indo/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jurnbcom/public_html/indo/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/jurnbcom/public_html/indo/wp-includes/theme.php on line 576
JURNAL ILMU DESAIN » JID Vol 2 No. 2, 2007

Jan 29 2008

JID Vol 2 No. 2, 2007

Published by admin at 5:49 am under Artikel Isi

vol2-2color-cover.jpg

NAOTO SUZUKI

PROBLEMS AND DEVELOPMENT ISSUES FOR ARTISAN CRAFT PROMOTION
The Effective Promotion for Regional Development in Developing Countries (1), (hal 65-78).

Ringkasan:

suzuki-3.jpg

Artikel ini memaparkan tujuan utam a promosi kriya dalam pembangunan daerah, yakni: pengentasan kemiskinan, pelestarian budaya tradisional, dan peningkatan perdagangan negara. Selanjutnya dijelaskan tentang pengembangan kriya tradisional maupun inovatif. Berbagai masalah di tingkat kebijakan, kelembagaan, dan produsen dianalisis, misalnya: lemahnya kebijakan, intervensi pemerintah dalam pengembangan SDM, minimnya fasilitas, kurangnya pengakuan terhadap potensi kriya, rendahnya mutu, lemahnya kerjasama antar produsen, kemampuan manajemen dan desain. Kesemua ini memerlukan penanganan, antara lain: (a) Perumusan kebijakan yang bersih dan visioner; (b) Memperkuat kerja kelembagaan; (c) Mengembangkan pasar; (d) Melestarikan nilai-nilai tradisional.

Kata Kunci: Kemiskinan, Nilai-nilai tradisional, Kebijakan Tegas, Kelembagaan, Pengembangan Pasar

NAOTO SUZUKI

PROBLEMS AND DEVELOPMENT ISSUES FOR ARTISAN CRAFT PROMOTION
The Effective Promotion for Regional Development in Developing Countries (2), (hal 79-94).

Ringkasan: 

suzuki.jpg

Usulan metodologi bagi formulasi pengembangan dan promosi kriya memerlukan kajian cermat. Kajian sentral dalam artikel ini adalah integrasi nilai tradisional terhadap formulasi tersebut. Artikel ini mencermati kebijakan yang diperlukan beserta manfaat master plan. Setelah itu, dikaji berbagai kegunaan lembaga pendukung, termasuk Kawasan Kriya Tradisional. Di tingkat produsen, dianalisis: konsep cluster, Layanan Pengembangan Bisnis oleh retailer internasional dan LSM, serta konsep pengembangan pasar melalui segmentasi pasar dan penetapan brand. Sebagai penutup, artikel ini membahas perlunya kerjasama publik dan swasta dalam implementasi strategi pengembangannya.

Kata Kunci: Studi Master Plan, Kawasan Kriya Tradisional, Pengembangan Cluster, Sistem Layanan Bisnis Terkait, Inisiasi Kerjasama Publik dan Swasta

VERA UTAMI GEDE PUTRI, ACHMAD HALDANI, RATNA PANGGABEAN

Ciri Visual Batik Franquemont Semarang (hal. 95-106)

Ringkasan:

vera.jpg

Sejarah batik di Indonesia mencatat karya Carolina J. von Franquemont dari Semarang, Jawa Tengah, 1845-1867, sebagai batik yang memiliki karakter visual tersendiri dibandingkan batik-batik pesisir lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik khas tersebut dengan mengkaji 8 jenis Batik Franquemont: (a) Batik Wayang, (b) Batik Poem, (c) Batik Wang Mu, (d) Batik Sarung Prada Emas, (e) Batik Buketan, (f) Batik Belanda, (g) Batik Wallpaper, dan (h) Batik Perang Lombok. Franquemont terkenal dengan penemuan warna “Hijau Franquemont” dari zat warna nabati tahan luntur. Selain itu terdapat tiga ciri lain yakni: (1) Motif terinspirasi dari berbagai tema dari budaya Cina, Jawa, dan Belanda; (2) Komposisi batik terbangun dari komposisi asimetri yang padat dan rumit; (3) Pola peletakan motif dengan pola cermin, tidak seperti motif-motif hasil proses printing atau cap.

Kata Kunci: Batik Franquemont, Ciri Visual, Motif

FERRY DARMAWAN, YASRAF AMIR PILIANG, PRIYANTO SUNARTO

Pencitraan Pria dalam Iklan Produk untuk Perempuan (hal. 107-116)

Ringkasan:

ferry.jpg

Dalam perkembangan desain iklan di berbagai media massa kini, pencitraan pria dalam iklan komersil mulai populer. Bahkan sosok pria sudah mulai banyak digunakan untuk desain iklan produk untuk konsumsi perempuan. Dalam riset ini telah dianalisis 6 desain iklan dari berbagai majalah dan tabloid perempuan. Melalui analisis teks dan pendekatan semiotik, diperoleh kesimpulan bahwa citra pria dalam perkembangan desain iklan kini masih didominasi oleh nilai-nilai maskulinitas, yakni citra pria sebagai figur pemberani, gagah berotot, dan hal-hal lain yang terkait dengan figur yang aktif. Namun, konsep maskulinitas kini juga telah berkembang ke nilai-nilai figur pria yang bertanggungjawab dan berkeahlian. Bahkan meluas ke nilai-nilai yang identik dengan feminitas-metroseksual, yakni: penikmat, lembut, peduli terhadap tampilan, dan sebagainya.

Kata Kunci: Citra Pria, Iklan, Maskullinitas, Feminitas.

SYAIFUDIN, INTAN RIZKY MUTIAZ, YASRAF AMIR PILIANG

Representasi Visual Desain Web, (hal. 117-124)

Ringkasan:

syaifudin.jpg

Penelitian ini berupaya memaparkan unsur-unsur visual dalam suatu desain web. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa representasi visual (misal:citra, foto dan gambar) dalam halaman web mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dibanding representasi verbal (teks) dalam menggerakkan interaksi antara web dan pemirsanya. Melalui kajian literatur dan pengamatan terhadap beberapa contoh desain dibuktikan bahwa representasi visual tersebut dapat dipahami melalui aspek tatapan (gazing), pembingkaian (framing) dan sudut pandang (angle), agar tujuan-tujuan interaksi dapat terpenuhi, misalnya: (1) Tampilan foto atau gambar mata yang menatap akan mampu menyiratkan nilai ekspresi manusia dalam bersosialisasi; (2) pembingkaian atas tampilan atribut-atribut khas pemilik web akan memberikan karakter dan identitas web, dan; (3) penentuan sudut pandang dapat menentukan jauh dekatnya relasi antara penjual, pembeli dan pemirsa.

Kata Kunci: Desain Web, Unsur Visual, Representasi

Comments are closed at this time.