Jan 29 2008
JID Vol 2 No. 2, 2007
NAOTO SUZUKI
PROBLEMS AND DEVELOPMENT ISSUES FOR ARTISAN CRAFT PROMOTION
The Effective Promotion for Regional Development in Developing Countries (1), (hal 65-78).
Ringkasan:
Artikel ini memaparkan tujuan utam a promosi kriya dalam pembangunan daerah, yakni: pengentasan kemiskinan, pelestarian budaya tradisional, dan peningkatan perdagangan negara. Selanjutnya dijelaskan tentang pengembangan kriya tradisional maupun inovatif. Berbagai masalah di tingkat kebijakan, kelembagaan, dan produsen dianalisis, misalnya: lemahnya kebijakan, intervensi pemerintah dalam pengembangan SDM, minimnya fasilitas, kurangnya pengakuan terhadap potensi kriya, rendahnya mutu, lemahnya kerjasama antar produsen, kemampuan manajemen dan desain. Kesemua ini memerlukan penanganan, antara lain: (a) Perumusan kebijakan yang bersih dan visioner; (b) Memperkuat kerja kelembagaan; (c) Mengembangkan pasar; (d) Melestarikan nilai-nilai tradisional.
Kata Kunci: Kemiskinan, Nilai-nilai tradisional, Kebijakan Tegas, Kelembagaan, Pengembangan Pasar
NAOTO SUZUKI
PROBLEMS AND DEVELOPMENT ISSUES FOR ARTISAN CRAFT PROMOTION
The Effective Promotion for Regional Development in Developing Countries (2), (hal 79-94).
Ringkasan:
Usulan metodologi bagi formulasi pengembangan dan promosi kriya memerlukan kajian cermat. Kajian sentral dalam artikel ini adalah integrasi nilai tradisional terhadap formulasi tersebut. Artikel ini mencermati kebijakan yang diperlukan beserta manfaat master plan. Setelah itu, dikaji berbagai kegunaan lembaga pendukung, termasuk Kawasan Kriya Tradisional. Di tingkat produsen, dianalisis: konsep cluster, Layanan Pengembangan Bisnis oleh retailer internasional dan LSM, serta konsep pengembangan pasar melalui segmentasi pasar dan penetapan brand. Sebagai penutup, artikel ini membahas perlunya kerjasama publik dan swasta dalam implementasi strategi pengembangannya.
Kata Kunci: Studi Master Plan, Kawasan Kriya Tradisional, Pengembangan Cluster, Sistem Layanan Bisnis Terkait, Inisiasi Kerjasama Publik dan Swasta
VERA UTAMI GEDE PUTRI, ACHMAD HALDANI, RATNA PANGGABEAN
Ciri Visual Batik Franquemont Semarang (hal. 95-106)
Ringkasan:
Sejarah batik di Indonesia mencatat karya Carolina J. von Franquemont dari Semarang, Jawa Tengah, 1845-1867, sebagai batik yang memiliki karakter visual tersendiri dibandingkan batik-batik pesisir lainnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik khas tersebut dengan mengkaji 8 jenis Batik Franquemont: (a) Batik Wayang, (b) Batik Poem, (c) Batik Wang Mu, (d) Batik Sarung Prada Emas, (e) Batik Buketan, (f) Batik Belanda, (g) Batik Wallpaper, dan (h) Batik Perang Lombok. Franquemont terkenal dengan penemuan warna “Hijau Franquemont” dari zat warna nabati tahan luntur. Selain itu terdapat tiga ciri lain yakni: (1) Motif terinspirasi dari berbagai tema dari budaya Cina, Jawa, dan Belanda; (2) Komposisi batik terbangun dari komposisi asimetri yang padat dan rumit; (3) Pola peletakan motif dengan pola cermin, tidak seperti motif-motif hasil proses printing atau cap.
Kata Kunci: Batik Franquemont, Ciri Visual, Motif
FERRY DARMAWAN, YASRAF AMIR PILIANG, PRIYANTO SUNARTO
Pencitraan Pria dalam Iklan Produk untuk Perempuan (hal. 107-116)
Ringkasan:
Dalam perkembangan desain iklan di berbagai media
Kata Kunci: Citra Pria, Iklan, Maskullinitas, Feminitas.
SYAIFUDIN, INTAN RIZKY MUTIAZ, YASRAF AMIR PILIANG
Representasi Visual Desain Web, (hal. 117-124)
Ringkasan:
Penelitian ini berupaya memaparkan unsur-unsur visual dalam suatu desain web. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa representasi visual (misal:citra, foto dan gambar) dalam halaman web mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dibanding representasi verbal (teks) dalam menggerakkan interaksi antara web dan pemirsanya. Melalui kajian literatur dan pengamatan terhadap beberapa contoh desain dibuktikan bahwa representasi visual tersebut dapat dipahami melalui aspek tatapan (gazing), pembingkaian (framing) dan sudut pandang (angle), agar tujuan-tujuan interaksi dapat terpenuhi, misalnya: (1) Tampilan foto atau gambar mata yang menatap akan mampu menyiratkan nilai ekspresi manusia dalam bersosialisasi; (2) pembingkaian atas tampilan atribut-atribut khas pemilik web akan memberikan karakter dan identitas web, dan; (3) penentuan sudut pandang dapat menentukan jauh dekatnya relasi antara penjual, pembeli dan pemirsa.
Kata Kunci: Desain Web, Unsur Visual, Representasi
